Antik Jawa Tengah

Antik Magelang

Antik Yogyakarta / DIY

Antik Surakarta / Solo

Antik Purwokerto

Antik Semarang

  • Thonet Bentwood Chair - *Foto ini seolah menyimpan sejuta cerita tentang fenomena peradaban masyarakat pada suatu zaman.* *Siapa sangka perabot dengan gaya Eropa ini masih sangat...
    3 days ago
  • - coca cola tangan ini kondisi awal ditemukan cukup membuat trenyuh karena akrilik pecah disana sini akhirnya oleh crew reklamejadoel diperbaiki agar tampak...
    5 days ago
  • A SET TEA SET SILVER PLATE - SEPASANG TEA SET DENGAN MOTIF EROPA YANG MENAWAN BENTUK UKIRAN , KAKI, PEGANGAN YANG TERUKIR MEMBUATNYA MENAMBAH EKSOTIS DALAM HAL INI TERDIRI DARI ...
    6 days ago
  • Lampoe Kerek motif Gajah - Lampoe kerek atau katrol dengan Kap porselen ukuran 30 motif ornament Gajah merupakan motif yang jarang di jumpai.. kondisi mulus...
    1 week ago
  • Cetakan agar-agar berbentuk Ikan - Sepasang cetakan agar-agar antik berbentuk Ikan Made in Germany bahan keramik di bagian bawah terdapat marking VILLEROY & BOCH DRESDEN, Korek Gas merah ...
    2 months ago
  • - TEA SET SATSUMA SATU TEKO TEH + TEKO SUSU + TEMPAT GULA EMPAT PISIN, EMPAT CANGKIR TINGGI TEKO : 20 CM TINGGI TEMPAT GULA : 16 CM 100% ORIGINAL SA...
    8 months ago
  • Piring Delft. - Dijual, piring Belanda/Delft. Diameter 19 cm. Harga @ Rp. 500 ribu.
    10 months ago

Sunday, June 26, 2011

Agresi Militer Belanda 1

Adi Sutjipto

Agresi militer belanda pertama, Indonesia tahun 1947. Agresi yang hanya berlangsung 15 hari. Agresi Militer Belanda I menggunakan kode "Operatie Product". Operasi Produk ini dilaksanakan dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Operasi militer Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia ini juga sebuah pelanggaran terhadap Persetujuan Linggajati.

Terjadi penembakan terhadap pesawat Dakota milik Republik Pada 29 Juli 1947. Walaupun di badan pesawat terpasang simbol Palang Merah, namun tetap ditembak jatuh oleh Belanda. Pesawat dakota ini membawa obat-obatan dari Singapura, sumbangan Palang Merah Malaya.

Serangan ini mengakibatkan tewasnya Komodor Muda Udara Mas Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara dr. Abdulrahman Saleh dan Perwira Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo.

Nama Adi Sutjipto dan Adi Sumarmo akhirnya diabadikan menjadi nama bandara di Yogyakarta dan Surakarta.

Dari : id.wikipedia.org

No comments:

Post a Comment